Dulu MotoGP Andalkan Skill, Sekarang Hanya Elektronik – NontonMotoGP

0 7


Alex Gramigni: Dulu MotoGP Andalkan Skill, Sekarang Hanya Elektronik
Valentino Rossi (Petronas Yamaha SRT) MotoGP Losail, Qatar 2021 / NontonMotoGP © PETRONAS SRT.

Dulu para pembalap harus punya kepekaan ekstra dan jauh lebih berpengalaman. Selain handling yang hebat, juga harus punya skill untuk memahami motor. Sedangkan Saat ini pembalap hanya harus bisa melaju kencang, sementara elektronik mengurus yang lainnya.

Roma, NontonMotoGPSalah satu hal paling dinantikan saat ini di MotoGP adalah keputusan rider Italia, Valentino Rossi untuk musim 2022 mendatang.

The Doctor punya tiga pilihan untu masa depannya, yakni tetap lanjut membalap bersama tim Satelit Petronas Yamaha SRT, atau menjadi pembalap untuk timnya sendiri di Aramco VR46 Ducati, atau akan memilih pensiun.

Sudah ada banyak tanggapan dan nasihat untuk Rossi, kali ini datang dari salah satu sahabatnya, Alex Gramigni, seorang mantan pembalap Italia itu sangat memahami apa yang terjadi pada Rossi saat ini.

Rossi adalah pembalap tertua di grid, sudah mengarungi banyak perubahan dari musim ke musim.

Termasuk perbedaan antara era dulu dan era sekarang yang sudah semakin maju, dunia olahraga telah berubah, termasuk MotoGP.

“Bertahun-tahun yang lalu, para pembalap memiliki banyak kepekaan dan mungkin jauh lebih berpengalaman.

Jadi, selain handling yang hebat, Anda juga harus memiliki bakat untuk memahami motornya. Tahu bagaimana menafsirkannya atau mengelola hubungan dengan tim, manajer, dan sponsor.

Sedangkan Saat ini Anda hanya harus bisa melaju kencang, sementara elektronik mengurus yang lainnya,” ujar pria Italia itu.

Menurutnya, jika Rossi tetap lanjut dengan Petronas tahun depan, maka semuanya akan sama saja.

“Melangkah maju dipahami sebagai melakukan apa yang Anda inginkan tanpa mendengarkan mereka yang menarik dari satu sisi atau yang lain.

Rossi telah berusia 42 tahun, tapi usia tidak memengaruhinya lebih dari beberapa tempat desimal; dia masih pembalap yang cepat.

Tapi jelas bahwa jika Anda berada di tim satelit, Anda tidak mendapat apa yang dimiliki tim pabrikan.

Anomalinya bukan tahun ini, di mana M1 Petronas lebih buruk dari M1 Monster Energy. Anomalinya, jika ada, adalah tahun lalu, ketika Petronas dan pembalap yang sangat bagus seperti Franco Morbidelli menjadi runner-up. Tahun depan, bahkan jika kami berganti merek, itu hampir tidak akan berbeda,” katanya menanggapi, berbicara kepada MOW Magazine, sebagaimana diberitakan Motosan.

“Sebagai seorang penggemar, bisa dibilang bahwa gagasan untuk melihat Rossi di tim Ducatinya sendiri dan dengan adiknya sebagai tandem adalah hal yang sugestif dan luar biasa.

Baca: lMantan Petinggi Yamaha Ungkap Ambisi Super Gila Lorenzo

Tapi sebagai seorang pembalap saya hanya bisa mengatakan bahwa dia harus melakukan apa yang dia inginkan, dan hanya mendengarkan dirinya sendiri dan melakukan apa yang paling dia sukai,” serunya. (DN/eV)

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More