‘Ban Ghoib’ MotoGP Ternyata Memang Ada, Begini Penjelasan Pembalap – NontonMotoGP

0 15


'Ban Ghoib' MotoGP Ternyata Memang Ada, Begini Penjelasan Pembalap
Valentino Rossi (Petronas Yamaha SRT) vs Andrea Dovizioso (Petronas Yamaha SRT) Race MotoGP Misano, San Marino 2021 / NontonMotoGP © PETRONAS SRT.

Jika ghoib dalam artian ban aneh (kadang bagus, kadang buruk), maka ban seperti ini memang ada di MotoGP, yang sangat membingungkan para pembalap.

Misano, NontonMotoGP — Istilah ‘ban ghoib’ di MotoGP mencuat beberapa tahun lalu, di musim-musim awal rider Repsol Honda, Marc Marquez tampil tak terkalahkan.

Ketika pembalap lain sering mengeluhkan ban, Marquez berbeda sendiri, dia jarang bahkan tak pernah mempermasalahkan ban, terutama terkait tingkat keausan dan grip.

Padahal jika melihat gaya balap, tentu Marquez paling agresif dibanding rider lain, gaya Marquez seharusnya menguras ban lebih cepat.

Tapi manajemen ban pembalap Spanyol itu sangat bagus dan sulit ditandingi pembalap lain.

Kecurigaan semakin liar ketika orang-orang mulai sering melihat ban motor Marquez ditutup kain Tyre Warmer seusai balapan, terutama ketika parkir di Parc Ferme sebelum naik ke podium.

Tapi, teknik itu (menutup ban) sebenarnya agar kerusakan ban tak diamati para rival.

Jadi, ghoib dalam artinya ban khusus untuk rider tertentu jelas tidak ada, tapi ada keanehan yang dirasakan pembalap, banyak pembalap.

Sekarang, Michelin yang bertindak sebagai pemasok tunggal ban di kelas utama, diakui oleh pembalap memang agak aneh.

Kadang-kadang pembalap sangat nyaman dengan Michelin, tapi di balapan lain mereka kadang-kadang sangat kesusahan.

Bahkan dalam satu akhir pekan, pembalap bisa nyaman dengan ban di sesi Latihan dan Kualifikasi, tapi berantakan ketika menjalani balapan, begitu sebaliknya.

Jadi, ban Ghoib MotoGP itu memang ada jika ghoib dalam artian ban kadang-kadang aneh, bukan ghoib dalam artian paket kualitas khusus ban yang disembunyikan untuk rider tertentu.

Tapi ghoib dalam artian ban Michelin memang suka aneh.

Promotor Grand Prix, Dorna Sports mengumumkan pada 15 September lalu, bahwa Michelin akan tetap menjadi pemasok tunggal ban MotoGP sampai akhir tahun 2026 mendatang.

Oleh karena itu, kedua pihak menyepakati perpanjangan awal kerja sama, yang dimulai pada 2016.

Namun, ban asal Prancis itu telah menjadi topik pembicaraan beberapa kali musim ini karena pembalap mengeluhkan kehilangan cengkeraman yang tiba-tiba, terutama pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia di Silverstone.

“Saya percaya bahwa dalam kejuaraan seperti itu – kami berada di puncak balap motor – semua komponen di motor juga harus top,” kata Bagnaia menyindir kualitasn ban Michelin.

Lain lagi dengan pembalap Portugal, Miguel Oliveira (Red Bull KTM Factory Racing) yang mengalami kerusakan sangat parah pada ban depan KTM-nya di Spielberg, ada lubang sebesar telapak tangan.

Lantas apa yang diinginkan para pembalap dari Michelin untuk kedepannya?

“Kami membicarakannya di Komisi Keselamatan dan dari sudut pandang saya ban berkinerja baik, kami bisa sangat cepat dengan mereka.

Dibandingkan dengan 2019, saya merasa konsistensinya jauh lebih baik.

Memang benar, bagaimanapun, bahwa Anda bisa mendapatkan ban ‘aneh’ -kadang-kadang dalam latihan, tapi kadang-kadang dalam balapan.

Itu lebih tentang kualitas, dalam arti semua ban selalu sama. Bagi saya, ban bekerja dengan sangat baik, saya sangat senang dengan mereka, hanya poin-poin kecil inilah yang harus ditingkatkan,” kata rider Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo berkomentar.

“Apa yang kami minta di Komisi Keselamatan adalah lebih banyak keseragaman dalam ban. Kami membutuhkan itu karena pabrikan bekerja dan berinvestasi banyak pada motor mereka dan kemudian ada beberapa balapan di mana Anda bekerja keras selama akhir pekan dan kuat, kemudian Anda tertinggal dalam balapan.

Itu tidak mudah, bahkan untuk pabrikan,” tambah Bagnaia.

Rider tertua asal Italia, Valentino Rossi sangat setuju dengan pendapat murid VR46-nya itu.

Baca: Ternyata Yamaha Rekrut Dovi Demi Data Rahasia Ducati-Aprilia

“Konsistensi antara satu ban dan ban lainnya, bahwa Anda selalu punya feeling yang sama dan perbedaannya lebih sedikit,” ucap Rossi yang menjadi titik permintaannya. (DN/eV)

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More