Jarvis Ungkap Pertemuan Rahasia dengan Rossi, ‘Rencanakan Penghianatan’ – NontonMotoGP

0 15


Jarvis Ungkap Pertemuan Rahasia dengan Rossi, 'Rencanakan Penghianatan'
Lin Jarvis (Yamaha MotoGP) & Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) MotoGP 2020 / NontonMotoGP © MotoGP.

Ada banyak pertemuan rahasia dan berbahaya antara pihak Yamaha dan Valentino Rossi pada 2003 silam, membahas kepindahan dari Repsol Honda.

Texas, NontonMotoGP — Sejak MotoGP musim 2004, rider Italia, Valentino Rossi resmi membela Yamaha, meninggalkan Repsol Honda.

Alasan Rossi bersedia pindah tim kala itu adalah ingin membuktikan bahwa dia bukan menang karena faktor motor semata.

Apa yang menjadi keyakinan Rossi terbukti bersama Yamaha, menang dan meraih juara dunia di tahun pertama mereka bekerja sama.

Padahal waktu itu Rossi adalah andalan Honda dan menjadi intang baru mereka setelah kesuksesan rider Australia, Mick Doohan, sayangnya Rossi memilih pindah ke tim rival.

Tapi, untuk mendatangkan Rossi, Yamaha butuh usaha sangat keras saat itu, terlebih menyatukan beberapa nama penting, yang akan mendukung Rossi di Yamaha.

Bos Yamaha, Lin Jarvis dan Davide Brivio bertemu Rossi di Mobile Clinic pada malam hari, ketika saat itu masih berstatus pembalap Honda.

Sepanjang 2003 Yamaha banyak mengadakan pertemuan rahasia dan berbahaya dengan nama-nama penting di tim Rossi di Honda.

“Saat itulah Rossi mengkonfirmasi bahwa dia akan bergabung dengan kami.

Saya seperti, ‘Apakah Anda serius? Betulkah?’ Tunggu, jika kami dapat memperbaiki ini dan itu dalam kontrak, apakah Anda akan datang ke Yamaha?

Dan dia menjawab ‘Ya, itulah yang baru saja saya katakan!’ Itu adalah momen yang tak terlupakan.

Hal-hal menjadi sedikit lebih berani, sedikit lebih rahasia dan berbahaya sejak saat itu,” kenang Jarvis, berbicara dalam wawancara ‘The Oxley Interview’, sebagaimana dimuat Motosan.

Selain mengambil Rossi, Yamaha juga mengontrak orang-orang penting dari tim Rossi, mulai dari kepala teknis, Jeremy Burgess dan mekanik, Alex Briggs, Bernard Ansiau
dan Gary Coleman.

“Itu beberapa minggu setelah seri Motegi (2003) dan saya tinggal di Arthur Phillip’s Motorhome di Phillip Island.

Saya mengadakan pertemuan rahasia dan berbahaya dengan mereka masing-masing, mereka datang ke kamar saya satu per satu, larut malam, diam-diam, untuk menerima persyaratan dan membuat kesepakatan.

Baca: Bagnaia Bantah Team Order, Podium GP Amerika ‘Hibah’ Miller

Sangat menarik untuk menyatukan paket itu,” demikian cerita pria Inggris itu. (DN/eV)

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More