
Francesco Bagnaia menegaskan dia membangun gayanya sendiri sebagai pembalap MotoGP.
Assen, NontonMotoGP — Pembalap Italia, Francesco Bagnaia berhasil membawa pabrikan Merah Bologna, Ducati menjadi juara dunia MotoGP tahun 2022 yang lalu.
Keberhasilan Bagnaia memandakan era baru di MotoGP, kini dia sedang berusaha mempertahankan gelarnya untuk musim kedua.
Mengenakan nomor start #1, menegaskan bahwa Bagnaia adalah seorang juara bertahan dan membangun citra sebagai salah satu jagoan MotoGP.
Tapi, Bagnaia tak ingin mengikuti jejang sang mentor, Valentino Rossi yang menguasai MotoGP dengan gaya khasnya dan menjadi ikon olahraga balap motor.
Menurut pria Turin itu, sekarang MotoGP telah banyak berubah dengan situasai yang berbeda dari sebelumnya.
“Cerita dengan karakter heroik ini tidak menarik bagi saya karena menurut saya setiap orang harus menunjukkan diri mereka apa adanya,” kata Bagnaia dalam wawancara dengan Speedweek.com.
“Bagi saya, hasil di trek menentukan seorang pembalap, bukan bagaimana mereka berperilaku dan peran apa yang cocok untuk mereka,” tegasnya.
“Segalanya berbeda sekarang daripada di era Fantastic 4 (Rossi, Lorenzo, Pedrosa dan Stoner dan kemudian Marquez).
Semua pebalap, baik di tim pabrikan atau tim satelit, sekarang mendapat motor yang bisa mereka kendarai di baris depan.
Sebelumnya, tim Satelit mendapat motor yang bahkan tidak mencapai 80% dari level mesin pabrikan.
Situasinya telah banyak berubah,” demikian jawab Bagnaia.
Satu-satunya penghalang Bagnaia mengulang gelar musim ini adalah pembalap sesama Ducati.
Dua nama paling kuat yang akan merepotkannya adalah Jorge Martin dari tim Satelit Prima Pramac Racing dan Marco Bezzecchi yang membela skuad Satelit Mooney VR46 Racing.
Paruh kedua musim ini akan dibuka di Silversone, Inggris pada 4-6 Agustus mendatang. (rs/gp)
BACA: Pengamat Heran Bagnaia Diremehkan Banyak Orang, Padahal Ducati Terkuat
