Marc Márquez Resmi Bergabung dengan Ducati

Pada pagi yang cerah, tepatnya pada jam delapan, Marc Márquez memasuki kantor Ducati dengan senyuman yang mengembang di wajahnya. Kontrak dua tahun dengan tim resmi Ducati telah ditandatangani, sebuah langkah besar yang telah lama menjadi bagian dari rencananya. Bagi Márquez, bergabung dengan tim yang memiliki motor paling cepat saat ini adalah sebuah kehormatan. Dia pun tidak ragu-ragu untuk membagikan rahasia negosiasi yang dilaluinya dalam sebuah wawancara dengan El Larguero.

“Kesepakatan ini sudah lama saya rencanakan. Saya ingin berada di tim yang memiliki motor paling unggul, dan saat ini tidak ada yang lebih cepat dari Ducati. Lihat saja dalam balapan terakhir, empat pembalap terdepan semuanya menggunakan Ducati,” ujar Márquez dengan penuh keyakinan.

Namun, perbedaan performa antara motor GP23 dan P24 tidak bisa diabaikan begitu saja. Márquez menjelaskan, “Waktu adalah hal yang relatif dalam balap. Tidak ada yang bisa memberikan angka pasti, baik itu insinyur maupun pembalap. Setiap tahun, peningkatan sebesar dua persepuluh detik per putaran terjadi, yang artinya empat detik dalam satu balapan. Meskipun terdengar sedikit, namun dalam balapan, itu adalah selisih yang signifikan.”

Dengan tekad yang bulat, Márquez menegaskan bahwa tahun depan adalah saatnya untuk berjuang merebut gelar juara. Setelah empat tahun terkendala cedera dan hasil yang kurang memuaskan, motivasi dan kepercayaan diri menjadi hal yang sulit dipertahankan. Namun, dengan sebuah rencana dan strategi yang telah dipikirkannya dengan matang, Márquez merasa semuanya berjalan sesuai rencana.

Keputusan Ducati untuk memilih Márquez sebagai bagian dari timnya juga tidak terjadi begitu saja. Márquez menjelaskan, “Bagi saya, tidak ada yang terjadi secara tiba-tiba. Ducati sebenarnya masih ragu-ragu hingga balapan di Mugello. Mereka punya dua pembalap dan Bastianini yang juga masuk dalam pertimbangan. Mereka ingin melihat hasil balapan, semua faktor dihitung, karena dalam dunia olahraga, setiap hal memiliki bobotnya sendiri. Dan pada malam Minggu, keputusan itu akhirnya diumumkan kepada saya.”

Márquez juga menegaskan bahwa keputusannya untuk tidak bergabung dengan tim Prima Pramac bukanlah hal yang mudah. “Saya sangat jelas sejak awal bahwa saya tidak ingin pindah dari tim satelit ke tim satelit lain. Jika begitu, lebih baik saya tetap bersama keluarga Gresini yang telah memberi saya kesempatan untuk terus berkembang,” ujarnya tegas.

Meskipun tidak mendapat ucapan selamat dari Francesco Bagnaia, Márquez merasa puas dengan telepon yang diterimanya dari CEO Ducati, Claudio Domenicali. Kedamaian di dalam box tim menjadi hal yang sangat penting baginya. “Perang harus terjadi di lintasan, namun di dalam box, kedamaian adalah kuncinya,” ucap Márquez sambil tersenyum.

Tentang kekecewaan Jorge Martín yang harus kehilangan tempat di tim, Márquez mengungkapkan, “Ini adalah bagian dari kehidupan, bagian dari olahraga. Saya tidak merasa senang melihat seorang pembalap kehilangan motor. Namun, dalam dunia profesional, terkadang kita harus sedikit egois, karena semua orang menginginkan yang terbaik. Dan yang terbaik adalah motor merah, Ducati, yang akhirnya kami berhasil dapatkan. Itulah mengapa saya harus memainkan semua kartu yang saya miliki.”

Kunci dari keputusan Ducati untuk memilih Márquez ternyata adalah sosok Gigi Dall’Igna. Márquez mengungkapkan, “Hubungan saya dengan Gigi selalu terjalin dengan jujur dan langsung. Saya berada di Ducati karena Gigi Dall’Igna. Dialah insinyur yang selalu membawa kemenangan. Saya pernah berkata kepadanya, ‘Yang paling penting dari tahun 25 dan 26 adalah Anda tetap berada di Ducati, bukan?’ Karena baginya, dia adalah bagian dari departemen Corse. Ketika Anda sudah menjadi bagian dari keluarga Ducati, Anda akan merasakan semangatnya, namun Anda tidak bisa merasakannya sebelum bergabung. Dan menurutnya, keputusan mereka hanya didasarkan pada performa di lintasan dan potensi peningkatan di masa depan.”

Mengenai rencana Jorge Martín untuk berjuang merebut gelar juara pada 2024, Márquez menyatakan, “Tidak ada yang mustahil. Dari pengalaman saya dengan tim Ducati, dengan Gigi dan pendekatan mereka yang jujur, mereka selalu menekankan bahwa segalanya harus diraih di lintasan. Jika ada pembalap lain dengan performa yang lebih baik, maka kita harus lebih berjuang. Namun, musim ini akan menjadi musim yang panjang, dengan banyak balapan dan poin yang bisa berubah-ubah. Segalanya masih bisa terjadi.”

Terakhir, ketika ditanya mengenai opsi untuk pindah ke KTM, Márquez menjawab dengan tegas, “Dari rasa hormat kepada merek-merek lain, saya tidak akan mengungkapkan rencana cadangan saya. Prioritas nomor satu saya selalu adalah Ducati, karena saya sudah melakukan perubahan besar tahun lalu, dan saya tidak ingin melakukan perubahan besar lagi. Saya ingin tetap di tempat saya atau berpindah ke tim merah. Itulah dua pilihan saya, dan saya senang bisa mendapatkan yang terbaik di antaranya.”

Dengan langkah mantap dan tekad yang kuat, Marc Márquez siap untuk menghadapi tantangan baru bersama Ducati. Keputusannya untuk bergabung dengan tim resmi Ducati telah melalui proses panjang dan matang, dan kini dia siap untuk membuktikan bahwa dia masih menjadi salah satu pembalap terbaik di dunia balap motor. Semua mata akan tertuju pada performa Márquez di lintasan, dan harapan untuk meraih gelar juara tidak lagi menjadi mimpi belaka.

Oleh VR46 Fans

Pecinta MotoGP yang berharap Valentino Rossi kembali muda dan berharap melihat Rossi kembali meraih juara dunia lagi.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version