Joan Mir mengungkapkan bahwa ia ‘membakar dirinya sendiri’ di tengah cuaca panas yang ekstrem di Buriram, Thailand, saat ia berjuang untuk meraih posisi di 10 besar pada balapan yang berlangsung pada Minggu (2/3/2025). Cuaca yang terik tidak hanya memengaruhi performanya, tetapi juga menjadi penyebab terjatuhnya beberapa pembalap, termasuk dirinya.
Pembalap dari tim Yamaha Factory Racing, Alex Rins, juga merasakan dampak dari suhu yang menyengat. Dalam wawancara setelah balapan, ia menunjukkan luka bakar di bagian paha dalamnya akibat panas yang berlebihan dari motornya.
Setelah memulai musim dengan peringkat ke-11 pada balapan pembuka, Mir menunjukkan peningkatan performa di paruh pertama balapan, bahkan sempat menempati urutan ketujuh di belakang Jack Miller dari Pramac Yamaha. Namun, pada lap ke-15 dari total 26 lap, Mir mengalami kecelakaan di tikungan terakhir yang terkenal sulit. Ia menjadi pembalap pertama yang mundur dari balapan tersebut.
Awalnya, insiden ini tampak sebagai kesalahan pengendara, tetapi Mir kemudian menjelaskan bahwa motor yang terlalu panas menjadi penyebab utama kesulitan yang ia hadapi. Kami mengalami beberapa masalah dengan panasnya motor,” ujar Mir, yang merupakan juara MotoGP 2020. “Ini adalah sesuatu yang akan terus kami perbaiki. Namun kenyataannya, modifikasi yang kami lakukan justru membuat situasi semakin buruk dibandingkan hari sebelumnya.”
Mir menambahkan, “Kami mencoba melakukan beberapa penyesuaian di menit-menit terakhir, tetapi saya merasa sangat panas. Ini adalah tantangan besar untuk tetap mengendalikan motor. Saya rasa ini adalah pengalaman terburuk yang pernah saya alami dengan motor. Saya tidak pernah merasakan panas seperti ini sebelumnya.”
Suhu udara di Sirkuit Internasional Chang saat itu mencapai lebih dari 35 derajat Celsius, sementara temperatur lintasan bahkan melebihi 50 derajat Celsius. Kondisi ekstrem ini telah menyebabkan banyak pembalap mengalami kesulitan, termasuk Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 Ducati, yang terpaksa mundur dari Sprint Race pada hari Sabtu setelah mengalami luka bakar di tangan, kaki, dan lehernya.
Meskipun Honda yang ditunggangi Mir tidak mengalami masalah yang parah, ia tetap merasakan efek dari panas tersebut dengan beberapa lecet di tubuhnya. “Bagian kaki saya yang paling parah terkena dampaknya. Saya mengalami beberapa lecet. Saya tidak tahu berapa suhu pastinya, tetapi sangat, sangat panas. Rasanya seperti terbakar. Terutama di tikungan kanan, saya merasakan panas yang menyengat.”
Mir menutup penjelasannya dengan, “Saya terjatuh di tikungan yang membuat saya terbakar.”
Dengan kondisi cuaca yang ekstrem ini, para pembalap diharapkan bisa menemukan solusi untuk menghadapi tantangan di balapan selanjutnya. Cuaca menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan, dan tim-tim MotoGP tentu akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan performa motor mereka di tengah kondisi yang tidak bersahabat ini.
