Juara bertahan MotoGP, Jorge Martin, mengungkapkan bahwa saran dari rivalnya, Marc Marquez, sangat berharga dalam proses pemulihannya. Martin menekankan pentingnya tidak terburu-buru kembali ke lintasan sebelum benar-benar pulih.
Setelah mengalami kecelakaan serius di Sepang, Martin terpaksa melewatkan sebagian besar tes pramusim dan tiga putaran awal musim 2025. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Motorsport.com, Martin merefleksikan pengalaman dan nasihat Marquez yang sangat berpengaruh.
“Marc dan pembalap lain, seperti Pecco Bagnaia, menyarankan agar saya tidak terburu-buru,” kata Martin. “Itu adalah saran terbaik. Marc pernah mengalami cedera yang mengganggu kariernya, jadi dia tahu betul apa yang saya rasakan.”
Marquez sendiri pernah mengalami cedera parah setelah kecelakaan di Jerez pada 2020, yang memaksa dia untuk belajar dari pengalaman pahit tersebut. Proses pemulihannya menjadi lebih sulit karena ia berusaha untuk kembali terlalu cepat.
“Dia mengatakannya dengan tulus,” lanjut Martin. “Senang rasanya ketika rival menunjukkan kepedulian. Itu menunjukkan bahwa mereka ingin melihat saya kembali ke jalur yang benar dan bertarung di depan bersama mereka. Ketika melihat rekan menderita, perasaan empati itu muncul.”
Dengan kebijakannya untuk tidak terburu-buru, Martin berencana untuk menjalani balapan pertamanya dengan santai. Mengingat harapannya untuk mempertahankan gelar juara dunia yang kini sirna, Martin merasa tidak perlu terbebani untuk mengejar poin maksimal di awal musim.
“Balapan ini saya hadapi dengan semangat, tetapi tanpa tekanan untuk langsung menang,” ungkap Martin. “Saya akan lebih tenang di beberapa balapan pertama sampai saya merasa nyaman. Saya perlu berkembang bersama Aprilia.”
Saat ini, motor Aprilia 2025 belum menunjukkan performa yang menjanjikan. Dari empat pembalap yang mengendarainya, tidak ada yang berhasil finis di posisi tiga besar, dengan rookie Ai Ogura menjadi yang terdekat dengan posisi keempat di balapan pembuka Thailand.
“Saat kembali, saya mungkin tidak akan berada dalam kondisi 100%. Dengan situasi saya dan motor baru, tujuan saya adalah menyelesaikan sebanyak mungkin lap. Yang terpenting adalah ketika saya kembali, kondisi fisik saya memungkinkan untuk berkendara dengan baik,” jelasnya.
Martin juga menegaskan pentingnya menetapkan tujuan yang jelas. “Saya adalah orang yang memiliki target, dan saya harus sangat jelas mengenai target saya di Qatar.”
Dalam wawancara tersebut, Martin mengungkapkan niatnya untuk kembali ke sirkuit Lleida, tempat terjadinya kecelakaan saat latihan dengan motor Supermoto pada bulan Februari lalu.
“Kecelakaan itu tidak akan terulang,” tegasnya. “Saya ingin menghadapi sirkuit itu lagi. Saya sudah tahu kesalahan saya dan tidak akan mengulanginya.”
Martin mengakui bahwa kecelakaan terbaru adalah yang terburuk dalam kariernya. “Kecelakaan di Portimao pada 2023 masih membekas, tetapi yang ini jauh lebih parah. Saya mengalami patah tulang yang rumit, dengan tiga patah tulang di tangan, empat di kaki, dan satu di tulang rusuk yang masih belum sepenuhnya dipahami.”
“Meskipun begitu, pengalaman ini mengajarkan banyak hal secara mental. Semua ini akan berlalu, dan cepat atau lambat, saya akan melihat cahaya di ujung terowongan.”
Dengan semangat dan tekad yang kuat, Jorge Martin siap untuk kembali ke lintasan, belajar dari pengalaman masa lalu, dan menatap masa depan yang lebih cerah di dunia MotoGP.
