
Aprilia merasa terganggu karena Ducati hadir dengan empat tim, sementara misalnya Yamaha hanya satu.
IDN, NontonMotoGP — Pabrikan Italia, Aprilia menjadi motor terkuat di tes Sepang yang memberikan perlawanan terhadap pabrikan Italia lainnya, yakni Ducati.
Dua pembalap mereka, Maverick Vinales dan Aleix Espargaro berhasil menembus enam besar, mengganggu dominasi Ducati.
Tapi hal ini tentu tidak akan cukup untuk melawan The Red.
Direktur balap Aprilia, Massimo Rivola, merasa terganggu karena Ducati hadir dengan empat tim, sementara misalnya Yamaha hanya satu.
“Tapi jika Anda balapan sendiri, Anda tidak punya pertunjukan.
MotoGP tidak seharusnya menjadi one-make cup.
Hampir setengah dari starting grid sudah ditempati oleh satu pabrikan,” kata Rivola dengan nada protes, seperti diberitakan Speedweek.com.
Rivola juga mengatakan kalau Ducati sudah menjadi terlalu kuat, juga dalam hal jumlah tim (empat).
Ada ketidakseimbangan, sebagai perbandingan Yamaha hanya punya dua motor di lapangan, Ducati sudah membalap dengan empat tim sejak 2022.
“Saya setuju bahwa jumlah maksimum tim per pabrikan harus ditetapkan.
Di Formula 1, ditetapkan bahwa setiap pabrikan dapat memasok dua tim lain dengan drive unit dan gearbox.
Jika Anda ingin melengkapi tim lain, semua desainer lain harus setuju. Itu aturan yang cukup sederhana, dan berhasil,” jelas Rivola mencontohi Formula 1.
Seperti yang terlihat dalam tes Sepang lalu, tujuh pembalap Ducati menguasai sepuluh besar.
Persaingan tidak akan pernah bisa mengimbangi keunggulan teknis Ducati.
“Jika saya di Ducati, saya akan melarang semua tes,” ujarnya sambil tersenyum.
News: Marquez Kecewa Sikap Pol yang Tak Peduli dengannya Padahal Rekan Satu Tim
MotoGP tahun lalu didominasi oleh Ducati dengan semua gelar jatuh ke tangan pabrikan Bologna itu. (rs/gp)