Musim MotoGP 2025 akan menjadi momen penting bagi Joan Mir dan tim Honda, terutama karena ini adalah tahun pertama setelah tiga dekade mereka tidak menggunakan warna Repsol. Dengan bergabungnya Castrol sebagai sponsor baru, desain tim pun mengalami perubahan yang menarik. Dalam presentasi tim yang digelar di Jakarta, Mir mengungkapkan kebanggaannya terhadap warna baru tersebut.
“Merupakan suatu kehormatan untuk dapat memperkenalkan tim di Jakarta. Warna baru ini fantastis, saya sangat menyukainya. Kami memiliki sponsor baru, jadi proyek ini solid dan kami bekerja dengan sangat baik. Semua usaha yang kami lakukan akan segera terbayar,” ungkap Mir dengan semangat.
Presentasi ini bertepatan dengan Shakedown yang berlangsung di Sepang, di mana pembalap penguji dan pemula dari tim yang memiliki konsesi melakukan tes. Meskipun Honda tidak membawa pembalap regulernya, Mir tetap berpartisipasi dan melihat ini sebagai kesempatan untuk belajar.
“Saya pikir kami harus mendelegasikan. Tahun lalu kami melakukan banyak tes dengan rider reguler. Juga karena kami memiliki tim tes yang tidak cukup kuat, tapi sekarang sudah banyak diperkuat. Mungkin tak masuk akal jika kami turun di sana,” jelasnya.
Mir menilai kehadiran dua pembalap hebat, Takaaki Nakagami dan Aleix Espargaro, sangat berharga. Keduanya memiliki pemahaman mendalam tentang motor dan memberikan masukan berharga yang dapat membantu tim. “Mereka sangat cepat, jadi saya rasa masukan yang bisa diberikan oleh dua pembalap penguji ini sama dengan yang bisa diberikan oleh para pembalap tim. Ini akan meringankan pekerjaan kami,” tambahnya.
Joan Mir juga berbagi pandangannya tentang pentingnya kolaborasi dengan tim baru, terutama dengan kedatangan direktur teknis baru, Romano Albesiano. “Saya berbicara dengan Romano setelah tes di Barcelona. Sangat menarik untuk bisa berbicara dengannya dan memahami sedikit tentang cara dan menjelaskan masalahnya. Saya ingin menunggu tes berikutnya di Sepang agar kami bisa berbicara lebih detail,” ujarnya.
Mir menganggap pendekatan metodis Albesiano sebagai angin segar bagi tim. “Ia suka melakukan hal A, B, C, untuk menjaga agar semua tetap terkendali. Jika ia bisa menerapkannya di Honda, mungkin akan berhasil,” harapnya.
Dalam dunia balap yang kompetitif, tekanan untuk tampil baik selalu ada. Mir mengakui bahwa menghadapi tekanan setelah hasil buruk di musim lalu bukanlah hal yang mudah. “Ya, saya harus mengatasinya. Tidak mudah untuk menjadi sorotan dan kemudian menghilang. Kita melupakan semuanya dengan sangat cepat,” katanya.
Meskipun mengalami masa-masa sulit, Mir berusaha untuk tetap fokus dan bekerja keras. “Saya mencoba melakukan yang terbaik, saya bekerja keras dan itu menghilangkan tekanan. Jika Anda berusaha lebih keras daripada saat Anda mendapatkan hasilnya, Anda harus tenang. Itu membuat Anda lebih kuat secara mental,” tutupnya.
Dengan semangat baru dan dukungan dari tim, Joan Mir siap menghadapi tantangan di MotoGP 2025 dan berharap dapat kembali menjadi pembalap yang bersinar. Penggemar MotoGP di Indonesia tentu menantikan aksi-aksi menarik dari Mir dan tim Honda di musim mendatang.
