Fermín Aldeguer berhasil meraih pole position di Moto2 di Malaysia. Pembalap asal Spanyol ini terus menunjukkan performa yang apik dan berhasil menciptakan jarak yang cukup jauh dengan para pesaingnya. Sementara itu, Pedro Acosta berhasil finis di posisi keenam, tepat di depan Arbolino, dalam perburuan gelar juara.
Cuaca di sirkuit Malaysia pada saat itu tidak hujan, melainkan terik dengan suhu mencapai 32 derajat Celsius di udara dan 54 derajat Celsius di aspal.
Pada sesi kualifikasi Q1, Izan Guevara berhasil mencapai babak tersebut meski sebelumnya mengalami kecelakaan dan harus dilarikan ke rumah sakit. Meski mengalami nyeri pada pergelangan kaki kanannya, Izan Guevara dinyatakan fit untuk tetap berkompetisi.
Namun, Darryn Binder tidak dapat berpartisipasi dalam sesi kualifikasi tersebut karena mengalami kecelakaan di sesi latihan terakhir. Binder terpaksa terlempar dari motornya karena remnya tidak berfungsi, dan harus dilarikan ke rumah sakit dengan cedera dua jari yang dislokasi dan nyeri pada pergelangan kaki kanannya, serta cedera lainnya menurut timnya, IntactGP.
Perhatian banyak tercuri oleh Arbolino, yang merupakan satu-satunya pesaing yang dapat menghalangi gelar juara Acosta. Tony Arbolino berhasil memimpin sesi kualifikasi pertengahan dengan catatan waktu yang sangat baik.
Zonta van den Goorbergh mengalami insiden setelah melewati garis finis. Tak lama kemudian, Jeremy Alcoba jatuh di tikungan ke-5. Kedua pembalap tersebut kehilangan kesempatan untuk melaju ke babak selanjutnya.
Arbolino tampak yakin dengan penampilannya dan memutuskan untuk masuk ke pit saat tersisa tiga menit. Ia memilih untuk istirahat sejenak sebelum memasuki sesi kualifikasi Q2.
Albert Arenas menunjukkan performa yang baik dan berhasil menempati posisi di belakang Arbolino. Sementara itu, pembalap tamu Anuar jatuh di tikungan masuk garis finis dan beberapa putarannya dibatalkan. Hada mengejutkan, sementara Foggia tidak mampu mengalahkan rekan setimnya.
Pembalap yang berhasil lolos ke sesi kualifikasi Q2 antara lain Arbolino, Arenas, Hada, dan Roberts. Sedangkan di bagian kedua grid start: 19. Foggia, 20. Van den Goorbergh, 21. Alcoba, 22. Bendsneyder, 23. Escrig, 24. Tulovic, dan 25. Izan Guevara.
Di sesi kualifikasi Q2, Fermín Aldeguer langsung mencetak waktu yang sangat baik pada putarannya pertama. Sementara Acosta lebih tenang dan bahkan Arbolino berhasil menempati posisi di depannya dalam tabel waktu.
Filip Salac jatuh di tikungan ke-7 dan berada di posisi terakhir. Vietti berhasil menempati posisi kedua di depan Manu González.
Berbeda dengan sesi kualifikasi sebelumnya, hampir semua pembalap memutuskan untuk mengganti ban. Hal ini juga dilakukan oleh Acosta dan Arbolino, serta pembalap lainnya.
Acosta berada di posisi ke-12 sebelum dua putaran terakhirnya. Banyak pembalap berusaha mengejar Pedro, dengan Ramírez menempelinya.
Pembalap asal Spanyol, Pedro Acosta, berhasil finis di posisi keenam. Sementara itu, Vietti jatuh di tikungan ke-4 dan tak lama kemudian, Canet juga kehilangan keseimbangan di titik yang sama. Oleh karena itu, para juri membuka investigasi dan Arn kemungkinan akan dijatuhi sanksi.
Insiden-insiden tersebut membuat tidak ada lagi pembalap yang dapat memaksakan diri, sehingga pole position berhasil diraih oleh Aldeguer, yang merupakan pole position ketiganya secara berturut-turut. Acosta, pada akhirnya, akan memulai balapan tepat di depan Arbolino, di posisi keenam dan ketujuh.
Pembalap dari tim Ajo KTM ini memungkinkan dirinya untuk kehilangan 12+1 poin dibandingkan dengan pembalap dari tim Marc VDS untuk menjadi juara. Jika Tony tidak finis di podium, maka gelar juara akan segera menjadi miliknya.
Dalam sesi kualifikasi Q2 Moto2 Malaysia, peringkat pembalap adalah sebagai berikut: 1. Fermín Aldeguer, 2. Arbolino, 3. Vietti, 4. González, 5. Manzi, 6. Acosta, 7. Roberts, 8. Hada, 9. Arenas, 10. Foggia.