Home News MotoGPMarquez Tampil Menggila di MotoGP Thailand Raih Kemenangan Perdana Bersama Ducati

Marquez Tampil Menggila di MotoGP Thailand Raih Kemenangan Perdana Bersama Ducati

by
Marquez Tampil Menggila di MotoGP Thailand Raih Kemenangan Perdana Bersama Ducati

Marc Marquez, pembalap berusia 32 tahun, kembali menunjukkan kelasnya di MotoGP Thailand dengan meraih kemenangan perdana bersama tim pabrikan Ducati. Ini adalah momen bersejarah, mengingat kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Ducati sejak Casey Stoner menjuarai GP Qatar pada tahun 2007. Selain itu, Marquez juga menyamai rekor Dani Pedrosa dengan 112 podium sepanjang kariernya.

“Sebuah mimpi bisa memulai musim dengan Ducati seperti ini, di Thailand, bersama adik saya. Sungguh luar biasa,” ungkap Marquez sambil menggendong seorang bocah Thailand yang mengenakan kostum balapnya, lalu berpose di atas motor GP25-nya. Momen manis ini menjadi sorotan di parc ferme.

Balapan berlangsung dalam suhu yang sangat panas, mencapai 36 derajat Celsius. Cuaca ekstrem ini membuat Fabio Di Giannantonio terpaksa mundur di tengah Sprint Race yang berlangsung kemarin.

Sejak awal balapan, Marc Marquez melaju kencang seperti peluru. Insiden antara Alex Marquez dan Francesco Bagnaia di tikungan pertama memberi kesempatan bagi Ai Ogura untuk naik ke urutan ketiga. Namun, pembalap Gresini Racing itu tidak bertahan lama di posisi tersebut.

Meski mengaku tidak mengincar gelar juara, Marquez menunjukkan agresivitas yang mengesankan. Ia berhasil kembali ke urutan kedua dan merebut kembali posisi dari Bagnaia yang sempat unggul di awal balapan.

Ogura, yang tampil mengesankan, berada di urutan keempat di depan Franco Morbidelli dan Jack Miller. Pembalap rookie asal Jepang ini berhasil memukau publik dengan performanya yang solid di balapan MotoGP perdananya.

Sementara itu, setelan motor Aprilia RS-GP Trackhouse Racing terlihat menjanjikan. Raul Fernandez sempat menyalip Miller sebelum akhirnya terpaksa turun kembali ke posisi ketujuh.

Di sisi lain, Pedro Acosta mengalami kecelakaan di Tikungan 1, membuat tim KTM geleng-geleng kepala. Namun, Brad Binder berhasil berjuang dari posisi ke-12 dan sukses kembali ke jalur balapan.

Ogura kehilangan posisi keempat setelah Morbidelli berhasil menyalipnya di sudut sempit. Pembalap dari tim VR46 Racing ini sempat mendapatkan penalti 3 grid karena mengganggu Bagnaia saat sesi latihan.

Hingga lap ke-5, KTM menjadi satu-satunya tim yang tidak memiliki pembalap di 10 besar. Ducati mendominasi dengan empat rider di posisi terdepan, diikuti oleh Aprilia dengan tiga pembalap, sementara Yamaha hanya diwakili oleh Miller, dan Honda oleh Joan Mir serta Johann Zarco.

Namun, masalah muncul bagi Marc Marquez pada lap ke-7 ketika ia mengalami kendala yang membuatnya melambat saat keluar dari Tikungan 3. Tim Ducati pun kebingungan, tidak tahu apakah masalah tersebut disebabkan oleh kesalahan pembalap atau kondisi ban dan motor. Peluang ini dimanfaatkan oleh pembalap Gresini untuk menyalip Marquez.

Setelah kehilangan posisi terdepan, Marquez berusaha keras untuk mengejar Alex Marquez. Pertarungan antara kedua kakak beradik ini menjadi tontonan menarik di depan mata Bagnaia yang tertinggal 0,6 detik.

Di luar duel tersebut, Joan Mir menunjukkan performa yang baik dengan membawa Honda RC213V dari posisi ke-9 ke urutan ketujuh. Sayangnya, nasib buruk menimpanya di tikungan terakhir saat ia terjatuh ketika berusaha menyalip Miller.

Dengan satu lawan yang terjatuh, Miller berhadapan dengan Marco Bezzecchi, yang mengalami performa naik-turun sepanjang akhir pekan. Pembalap pabrikan Aprilia berhasil menempati posisi ke-6 pada lap ke-17. Zarco menjadi satu-satunya wakil Honda yang tersisa di posisi kedelapan.

Memasuki sisa empat lap, kesabaran dan keuletan Marc Marquez terbayar. Ia berhasil mendahului adiknya di tikungan akhir dan langsung tancap gas menuju garis finish. Kemenangan ini dirayakan dengan penuh suka cita oleh keluarga Marquez, tim Ducati, dan Gresini.

Di sisi lain, Raul Fernandez kembali ke pit karena motornya tidak mampu bertahan dengan suhu tinggi di Buriram. Nasib buruk juga menimpa Yamaha ketika Miller terpaksa merosot ke posisi ke-11, sementara Binder berhasil naik ke posisi ke-8. Enea Bastianini dari Tech3 KTM muncul di urutan kesembilan, di depan Fabio Di Giannantonio.

Balapan di Thailand ini tidak hanya menegangkan, tetapi juga penuh drama dan kejutan. Marc Marquez kembali membuktikan bahwa ia adalah salah satu pembalap terbaik di dunia, dan dengan dukungan Ducati, ia siap untuk menghadapi tantangan selanjutnya di musim ini. Para penggemar MotoGP di Indonesia pasti tidak sabar menantikan aksi-aksi selanjutnya dari sang juara.

Related Articles

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.