Home News MotoGP Honda MotoGP 2024: Perubahan Besar dan Langkah Maju

Honda MotoGP 2024: Perubahan Besar dan Langkah Maju

by Dita

Honda sedang mengalami perubahan besar pada musim MotoGP 2024. Tim sayap emas sedang berusaha keluar dari krisis, sama seperti pabrikan Jepang lainnya, Yamaha. Situasi itu membuat mereka punya hak konsesi. HRC telah mengambil langkah maju dengan prototipe pertama RC213V untuk musim ini, yang dipresentasikan pada tes MotoGP Valencia, merujuk pada aerodinamika barunya dan penurunan bobot yang luar biasa hingga 8 kilogram. Sebuah jalur peningkatan yang terus berlanjut hari ini di Sepang, di mana Honda memiliki motor berbeda dibandingkan dengan yang dipakai Cheste. Mereka menguji beberapa bagian.

Komponen dan lintasan tampaknya meyakinkan semua rider tentang merek Tokyo, menurut Luca Marini. Pembalap Italia itu finis P17 pada hari pertama tes, Selasa (6/2/2024), terpaut satu detik dari catatan waktu terbaik Jorge Martin. Namun, waktu bukanlah hal yang paling penting. Yang lebih penting adalah feeling, yang secara umum baik, seperti yang dia komentari setelahnya.

“Peningkatan motor sudah terlihat jelas, dan semua rider menuju ke arah yang sama,” kata pembalap Italia itu kepada media, termasuk Motorsport.com, sebelum merinci sejauh mana peningkatan yang dibawa Honda ke Malaysia.

“Dari dua spesifikasi, saya punya preferensi yang jelas. Mesin baru lebih cepat, Anda lebih bisa mengendalikannya. Ada sedikit lebih banyak tenaga, tapi itu membuat kami sedikit lebih menderita dalam hal cengkeraman. Anda harus lebih berhati-hati dengan gas”.

Peningkatan kecepatan mesin baru Honda terlihat pada data kecepatan tertinggi hari itu, dengan Marini menduduki posisi teratas dengan kecepatan 336,4 kilometer per jam, sejajar dengan Pedro Acosta, Jorge Martin dan Marc Marquez. Namun, data ini memiliki ‘trik’ untuk pembalap #10.

“Saya mencapai kecepatan tertinggi dengan lap tercepat. Sayangnya, saya mencapai kecepatan tertinggi dengan slipstream,” ungkapnya.

Marini kembali menekankan perlunya untuk terus bekerja di lini ini, yang tampaknya benar, dan memberanikan diri untuk memberikan persentase tentang posisi Honda saat ini.

“Kami memiliki banyak suku cadang baru, dan kami harus mengerjakannya. Kami telah meningkatkan aerodinamika, mesin, elektronik, tetapi saya pikir motor ini masih berada di 60 persen dari potensinya,” ia melanjutkan.

“Mesin baru membuat motor lebih mudah melakukan wheelie, karena tenaganya lebih besar, dan ketika kami menemukan grip, motor akan terangkat. Tapi wheelie bukan masalah utama kami.”

Selain itu, mantan pembalap Pertamina VR46 ini juga ditanya tentang perekrutan salah satu pendiri Kalex, Alex Baumgärtel, sebagai upaya Honda untuk meng-Eropa-kan cara kerjanya dan mendekatkan diri dengan merek-merek yang mendominasi MotoGP. Sebuah proses yang juga dilakukan Yamaha tahun ini.

“Alex Baumgärtel sekarang berada di posisi yang berbeda. Saya rasa dia bisa memberikan saran yang bagus, memberikan ide yang bagus, tapi yang pasti dia butuh pengalaman dengan ban Michelin, karena ban Michelin itu unik. Untuk saat ini ia hanya mendengarkan,” jelas Marini tentang hari pertama kru baru ini, seperti yang terlihat di Sepang.

Adik tiri Valentino Rossi ini kemudian menilai pekerjaannya sebagai pengembang. Sesuatu yang sangat ia hargai, dan mengatakan bahwa semua pembalap, Repsol dan LCR, tampaknya setuju dengan diagnosa mereka tentang situasi ini.

“Pekerjaan pemilihan suku cadang (pengembangan) sangat penting bagi saya. Pekerjaan pemilihan suku cadang (pengembangan) sangat menyenangkan, tidak ada yang rumit. Ini adalah tentang mencoba untuk melangkah secepat yang Anda bisa, dan kemudian memberikan umpan balik sehingga para insinyur dapat bekerja.

“Bagi saya, arah yang harus dituju sudah jelas. Namun sekarang setelah mulai berjalan, semuanya menjadi lebih rumit. Pertama, Anda harus menyatukan semuanya dan berkeliling dengan yang lain, untuk membandingkan diri Anda dengan mereka dan mengidentifikasi titik-titik lemahnya. Hal yang baik adalah bahwa semua pembalap Honda sangat kompak.

“Khususnya saya, saya mencoba membuat mereka mengerti bahwa kami perlu saling membantu, untuk mencapai puncak secepat mungkin. Ada cukup banyak interaksi. Setelah itu, saat kami berada di sana untuk memenangkan balapan, semua orang akan pergi (sendiri-sendiri),” tutupnya.

Related Articles

Leave a Comment

fifteen + ten =

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.